Sidokerto-desa. ngawi.id - Dalam upaya mengentaskan masalah stunting pada balita, Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi telah memprakarsai program pemanfaatan obat tradisional berupa ketumbar dan jahe. Program ini digagas oleh Bidan Desa, Nurul Izzati, yang dikenal atas inovasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat desa.
Ketumbar dan jahe dipilih karena memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, terutama dalam meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh anak-anak. Ketumbar dikenal mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu pencernaan, sedangkan jahe memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang dapat meningkatkan sistem imun. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh balita stunting.
Program ini menyasar balita yang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal selama 90 hari. "Ketumbar dan jahe sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Kami ingin memanfaatkan potensi lokal ini untuk membantu anak-anak yang mengalami stunting agar mereka bisa tumbuh dengan sehat," ujar Bidan Nurul Izzati.
Para ibu di Desa Sidokerto diberikan pelatihan tentang cara mengolah ketumbar dan jahe menjadi ramuan yang mudah dikonsumsi oleh balita. Mereka diajarkan membuat minuman hangat dari jahe yang dicampur dengan ketumbar yang sudah dihaluskan. Selain itu, diberikan pula resep-resep makanan yang mengandung kedua bahan ini agar lebih variatif dan disukai oleh balita.
Dalam beberapa bulan terakhir, program ini menunjukkan hasil yang positif. "Sejak mengonsumsi ramuan ketumbar dan jahe, anak saya lebih lahap makan dan tampak lebih aktif," kata salah satu ibu yang mengikuti program ini. Pemberian ramuan ini dilakukan secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh Bidan Nurul.
Kepala Desa Sidokerto, Bapak Juwandi, mendukung penuh program ini dan berharap metode pengobatan tradisional ini dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi stunting di desa mereka. "Kami berharap dengan program ini, angka stunting di Desa Sidokerto bisa berkurang secara signifikan," ujarnya.
Dengan keberhasilan program ini, Desa Sidokerto diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan balita tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam menjaga dan mengelola kesehatan mereka secara mandiri.